Nugraha Pratama

Nugraha Pratama
Blog of Sketch Journal about Jakarta

10/03/13

Batavia : What Now !?

These are some sketches of Oud Batavia (Old Jakarta). Too much historical building lost their identity, this is what happening right now. What should we do ? 



 


DE EERSTE STEEN GELEGD (Gedung Cipta Niaga) 

Atap dari Gedung Cipta Niaga yang sudah bolong, Lagi-lagi gedung ini ada yang menjaga, tapi dengan keadaan seperti ini apakah fungsi penjaga tersebut ? gedung ini banyak ditumbuhi alang-alang dan lumut. Genteng yang sudah roboh ini tidak juga diperbaiki hanya disanggah kayu baru, padahal gedung ini difungsikan untuk foto-foto (model dan prewedding) yang cost penyewaannya cukup mahal.

Pengalaman menarik : pada saat menggambar gedug ini saya tertangkap "preman" karena dianggap tidak izin sama "pemilik" untuk masuk kesini, saya masih ingat namanya Beni.


Rumah Akar di depan Kali Besar 

entah dulunya bagunan apa, untuk masuknya harus konfirmasi yang takberujung dulu dengan orang yang "punya" bangunan ini padahal fisiknya terbengkalai bahkan ditumbuhi akar dimana-mana seperti tak bertuan dan tak lagi terawat. fungsinya adalah tempat foto-foto (lagi). 

kenapa mayoritas masyarakat Jakarta senang sekali foto-foto di bangunan tua (sejarah sendiri) yang sudah rusak ?


DASAAD MUSIN

Menurut penjaganya mereka bilang gedung ini berfungsi sebagai kantor perusahaan tekstil (Kancil Mas) ,tp sumber lain mengatakan dulunya gedung ini adalah pemegang lisensi kendaraan eropa dan jepang. 

Yang pasti gedung ini adalah milik salah seorang konglomerat bernama Agus Musin Dasaad.



Gedung milik Jasindo

Berada persis di depan museum fatahillah (Stadhuis). gedung ini sekarang hanya berfungsi untuk tempat foto-foto (entah apa yang dibanggakan dari gedung ini untuk foto-foto) dan tempat berjualan.


Bank MEGA dan De' Eerste Steen Gelegd (Cipta Niaga)
Bekas kantor pajak berada persis di depan bank MEGA, dengan atapnya yang bolong lagi-lagi tempat ini hanya untuk berfoto-foto saja. terlalu sulit untuk belajar di gedung-gedung tua di Kota Tua ini, terlalu banyak pungli.

*Project ini masih terus berlanjut, dan teman-teman juga bisa ikut berpartisipasi untuk berkenalan dengan sejarah yang terbengkalai :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar